Allah Ta’ala Pemberi Kesembuhan

Posted: 22 April 2009 in Tibbun Nabawi

Penulis :Syaikh Muhammad bin Husain Ya’qub Sumber : Buku Keajaiban Thibbun Nabawi

my Lord

my Lord

Saudaraku, Saat ini penyakit memaksamu berbaring di tempat tidur, membuatmu tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Jangankan untuk pergi ke tempat kerja, bercanda dengan keluarga dan teman pun engkau tak kuasa. Semua makanan lezat yang kau suka, kini terasa hambar di lidah. Banyak pula menu makanan yang harus kau hindari. Kini engkau mengerti, betapa berartinya nikmat kesehatan. Tanpa kesehatan, bagaimana engkau bisa menikmati semua karunia Allah yang lain?


Saudaraku tercinta… Saya berdoa semoga Allah memberikan kesembuhan yang sempurna kepadamu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit serta menyempurnakan kebahagiaanmu di dunia dan kelak akhirat.
Memang, penderitaan yang kau rasakan kadang-kadang seperti tak tertahankan. Namun, tetaplah engkau berprasangka baik kepada Allah. Sakit yang menimpamu adalah satu ujian yang datang dari Allah, Dzat Yang Maha Pengasih. Dzat yang kasih sayangnya kepadamu lebih besar dibandingkan kasih sayang ibumu, bahkan lebih besar dibandingkan kasih sayangmu kepada dirimu. Allahlah yang mengujimu dan ujian itu merupakan kasih sayang-Nya kepadamu.

Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

“Allah menguji hamba-Nya yang beriman menyangkut diri, harta, atau anaknya hanyalah untuk salah satu dari dua tujuan, yakni : mungkin ia mempunyai dosa yang tidak bisa diampunkan kecuali dengan ujian ini atau ia akan memperoleh derajat di sisi Allah yang tidak bisa dicapainya kecuali dengan ujian ini.”

Maka, berprasangka baiklah kepada Allah dan ketahuilah bahwa musibah yang menimpamu merupakan kebaikan bagimu. Itu pasti, akan tetapi Engkau mungkin tidak tahu.

Allah Ta’ala berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqoroh [2] : 216)

Saudaraku, kesibukanmu menghadapi ujian, jangan sampai membuatmu melupakan “siapa yang memberimu ujian”, yaitu Allah Ta’ala. Janganlah semua pikiranmu hanya terfokus pada mencari dokter, pergi ke laborat, melakukan terapi radio, dan berbagai terapi modern lainnya, dan seterusnya, tetapi di saat yang sama engkau lupa kepada Tuhanmu. Sepatutnya, pada situasi seperti sekarang ini Engkau justru lebih mendekatkan diri kepada Tuhanmu. Akan lebih bermanfaat dan lebih memberikan harapan jika pada saat sakit Engkau mengadu sepenuh hati kepada Tuhanmu.

Saudaraku tercinta, seyogyanya Engkau berpikir tentang hikmah Ilahi dari musibah yang menimpamu. Allah Maha Bijaksana, ketetapan dan takdir-Nya tidak lepas dari hikmah itu. Allah berfirman, “Apa pun musibah yang menimpamu, maka disebabkan oleh perbuatanmu sendiri dan Dia memaafkan banyak (kesalahanmu).”

Ketika Ibnu Sîrîn dilanda kesedihan, ia berkata, “Aku tahu penyebab kesedihan ini, yakni sebuah dosa yang kulakukan empat puluh tahun yang lalu.” Ahmad bin Abî Hawarî berkata, “Orang-orang di masa itu sedikit dosanya, sehingga mereka tahu dosa manakah yang menjadi penyebab, akan tetapi dosa kita banyak sekali, sehingga kita tidak tahu, dosa manakah yang menyebabkan musibah kita.”

Anda harus mencari tahu, dosa manakah yang menyebabkan musibah datang kepada Anda. Semoga, dengan taubat dan kesungguhan Anda kembali kepada Allah, Allah akan menghapuskan musibah itu.

Ketahuilah bahwa berobat merupakan satu sebab. Pengobatan adalah satu sebab, operasi adalah satu sebab, obat adalah satu sebab, dan semua itu semata-mata sebab. Sedangkan suatu sebab tidak bisa memberikan efek apa pun kecuali dengan izin Allah.

Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

“Sungguh, Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali juga menurunkan obatnya. Ada yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Jika obat mengenai penyakit, maka ia akan sembuh dengan izin Allah.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan sebab-sebab kesembuhan, yakni pertama, mempunyai pengetahuan tentang sebab penyakit dan pengobatannya; kedua, yang benar mengenai permasalahan ini adalah hendaklah ia mengetahui benar penyakitnya (dengan benar dan dengan diagnosa yang akurat), dan resep yang diberikan hendaklah tepat. Dan syarat terakhir dan terpenting adalah adanya izin dari Allah untuk diperolehnya kesembuhan. Karena itu, salah satu doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah :

“Ya Allah, Engkau adalah Asy-Syâfî (Yang Maha Menyembuhkan), tidak ada
kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu.”

Saudaraku, yang memberikan kesembuhan adalah Allah, bukan dokter atau obat. Engkau harus meyakini itu. Karena itu, hendaklah hatimu tergantung kepada Allah saja, bukan kepada sebab-sebab kesembuhan. Ketergantungan hati kepada sebab-sebab merupakan kesyirikan.

Ini pesan penting untukmu, saudaraku tercinta! Jika Engkau menempuh sebab, itu tidak mengapa, dengan syarat hatimu tidak tergantung kepada sebab tersebut seraya melupakan “Penyebab Semua Sebab”, yaitu Allah. Bersihkan hatimu dari ketergantungan kepada semua makhluk dan perkuatlah ketergantungan hatimu kepada Allah, ini akan menjadi sebab paling penting diperolehnya kesembuhan, dengan izin Allah.

Terakhir kali, sebagaimana Anda lihat, seluruh dunia sekarang mengikuti trend back to nature (kembali ke alam) -begitu mereka menyebutnya- dengan digunakannya obat-obatan tradisional, dan sebagainya. Sedangkan kita -kaum muslimin- memiliki pedoman, yakni Al-Quran dan As-Sunnah untuk mengobati seluruh penyakit, mulai dari Al-Quran yang merupakan Kitab Allah dan As-Sunnah yang berisi penjelasan dan pesan Rosululloh. Dengan meyakini kedua pedoman ini, akan diperoleh kesembuhan. Allah adalah Asy-Syâfî (Maha Menyembuhkan).

Semoga Allah melimpahkan sholawat, berkah, dan salam kepada junjungan kita Muhammad, juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya.

dikutip dari : http://www.thibbun-nabawiyah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s