Ane Jenggotan Nih Gimana Hukumnya yach ?

Posted: 26 Mei 2009 in sunnah

Bener Akh Ane jenggotan Ane cari cari fatwa ulama tentang masalah ini gimana menurut Sunnah Rasullullah yach ini dia Bahasanya….

HUKUM MENCUKUR JENGGOT
oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin

jenggotMencukur jenggot adalah haram dan merupakan maksiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

“Biarkanlah jenggot itu (panjang) dan potonglah kumis.”

Dan perbuatan itu termasuk keluar dari jalan Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam ke jalan-jalan orang majusi dan musyrik.Batasan jenggot seperti yang disebut ahli bahasa adalah rambut wajah, depan kedua telinga dan diatas kedua pipi. Artinya setiap yang tumbuh diatas kedua pipi, depan kedua telinga (cambang) atau diatas dagu adalah batas jenggot. Dan mengambil sesuatu darinya termasuk maksiat juga. Karena Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

“Biarkanlah jenggot itu (panjang)…”

“Panjangkanlah jenggot itu…”

“Perbanyaklah (suburkanlah) jenggot itu…”

“Sempurnakan jenggot itu…”

Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh mengambil sesuatu darinya , tetapi maksiat disini bertingkat. Mencukur jenggot dosa lebih besar dan jelas lebih pelanggarannya dari pada sekedar mengguting beberapa helainya darinya.

Pernyataan para ulama tentang muncukur jenggot

Mayoritas ulama dan ahli fiqh secara tegas menyatakan bahwa mencukur jenggot itu haram.
Imam Ibnu Hazm berkata dalam Maratibul Ijma' hal. 157: "Para ulama sepakat
bahwa mencukur jenggot merupakan perbuatan mutslah (memperburuk) yangterlarang".

Syaikul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam Al-Ikhtiyarat Al-Ilmiyyah hal.
10: "Diharamkan mencukur jenggot  berdasarkan hadits hadits yang shahih
dan tidak ada seorang ulama pun yang membolehkannya."

Syaikh Ali Mahfudh berkata dalam Al-Ibda'fi Madhoril Ibdtida' hal. 384:
"Empat madzab telah bersepakat tentang wajibnya memelihara jenggot dan
haramnya mencukur jenggot:

a. Madzab Hanafiyyah, Ibnu Abidin berkata dalam Rabdul Mukhtar:
"Diharamakan bagi laki-laki memotong jenggot."

b. Madzab Syafi'iyyah, Imam Syafi'i menegaskan dalam Al-Umm haramnya
mencukur jenggot. Demikian pula imam Nawawi dalam syarah Muslim 3/493-494,
Al-Ghozali dalm Ihya' Ulumuddin I/125.

c. Madzab Malikyyah, Al-'Adawi menukil pernyataan imam Malik, "Itu
termasuk perbuatan orang-orang Majusi.". Ibnu Abdil Bar dalam At-Tamhid
berkata: "diharamkan mencukur jenggot. Tidak ada yang melakukannya kecuali
laki-laki yang bergaya seperti perempuan."

d. Madzab Hanbilah, para ulama mereka bersepakat tentang wajibnya
memelihara jenggot dan haramnya mencukur jenggot denga tiada perselisihan
di dalamnya sebagaimana ditegaskan oleh penulis Al-Inshaf. Dalam Kasyful
Qona' fi Fiqhil Hanabilah I/54 dinyatakan: "Dan haram hukumnya mencukur
jenggot."

Syaikh Ali Mahfudh berkomentar: " Dengan penjelasan di muka maka nyatalah
bagimu bahwa memelihara jenggot termasuk agama Allah dan syariat-Nya yang
telah digaruiskan untuk hamba-Nya. Menyelisihinya merupakan ketololan,
kesesatan, kefasikan, kejahilan, penyimpangan dari petunjuk Nabi Muhammad."
Demikian pula para ulama kontemporer, mereka menyatakan keharaman mencukur
jenggot, diantaranya Imam Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawanya 4/33,
Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Adab Zilaf hal 135-140, Al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Fatawanya 4/33. Dan masih
banyak ulama lainnya.

Hukum Memelihara Jenggot

jenggotPertanyaan: Apakah memelihara jenggot wajib hukumnya atau hanya boleh? Apakah mencukurnya berdosa atau hanya merusak Dien? Apakah mencukurnya hanya boleh bila disertai dengan memelihara kumis? Jawaban: Mengenai pertanyaan-pertanyaan di atas, kami katakan, terdapat hadits yang shahih dari Nabi shollallaahu’alaihi wasallam- yang dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab Shahih keduanya dari hadits Ibnu Umar rodhiallaahu’anu, dia berkata, Rasulullah sholallaahu’alaihi wasallam bersabda, “Selisihilah orang-orang musyrik; potonglah kumis (hingga habis) dan sempurnakan jenggot (biarkan tumbuh lebat-penj.).” Di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah rodhiallaahu’anhu, dia berkata, Rasulullah rodhiallaahu’anhu bersabda (artinya), “Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi.” Imam an-Nasa’i di dalam Sunannya mengeluarkan hadits dengan sanad yang shahih dari Zaid bin Arqam rodhiallaahu’anhu, dia berkata, Rasulullah shollallaahu’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak pernah mengambil dari kumisnya (memotongnya), maka dia bukan termasuk dari golongan kami.” Al-’Allamah Besar dan al-Hafizh terkenal, Abu Muhammad bin Hazm berkata, “Para ulama telah bersepakat bahwa memotong kumis dan membiarkan jenggot tumbuh adalah fardhu (wajib).” Hadits-hadits tentang hal ini dan ucapan para ulama perihal memotong habis kumis dan memperbanyak jenggot, memuliakan dan membiarkannya memanjang banyak sekali, sulit untuk mengkalkulasi kuantitasnya dalam risalah singkat ini. Dari hadits-hadits di muka dan nukilan ijma’ oleh Ibnu Hazm diketahui jawaban terhadap ketiga pertanyaan di atas, ulasan ringkasnya; bahwa memelihara, memperbanyak dan membiarkan jenggot memanjang adalah fardhu, tidak boleh ditinggalkan sebab Rasulullah memerintahkan demikian sementara perintahnya mengandung makna wajib sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala (artinya), “Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7). Demikian pula, menggunting (memotong) kumis wajib hukumnya akan tetapi memotong habis adalah lebih afdhal (utama), sedangkan memperbanyak atau membiarkanya begitu saja, maka tidak boleh hukumnya karena bertentangan dengan sabda Nabi shollallaahu’alaihi wasallam, ……….. (potonglah kumis); ………. (potonglah kumis sampai habis); …………. (potonglah kumis); …………… (Barangsiapa yang tidak mengambil dari kumisnya (memotongnya) maka dia bukan termasuk dari golongan kami). Keempat lafazh hadits tersebut, semuanya terdapat di dalam riwayat-riwayat hadits yang shahih dari Nabi shollallaahu’alaihi wasallam, sedangkan pada lafazh yang terakhir tersebut terdapat ancaman yang serius dan peringatan yang tegas sekali. Hal itu kemudian mengandung konsekuensi wajibnya seorang Muslim berhati-hati terhadap larangan Allah dan RasulNya dan bersegera menjalankan perintah Allah dan RasulNya. Dari hal itu juga diketahui bahwa memperbanyak kumis dan membiarkannya merupakan suatu perbuatan dosa dan maksiat. Demikian pula, mencukur jenggot dan memotongya termasuk perbuatan dosa dan maksiat yang dapat mengurangi iman dan memperlemahnya serta dikhawatirkan pula ditimpakannya kemurkaan Allah dan azabNya. Di dalam hadits-hadits yang telah disebutkan di atas terdapat petunjuk bahwa memanjangkan kumis dan mencukur jenggot serta memotongnya termasuk perbuatan menyerupai orang-orang majusi dan orang-orang musyrik padahal sudah diketahui bahwa menyerupai mereka adalah perbuatan yang munkar, tidak boleh dilakukan berdasarkan sabda Nabi shollallaahu’alaihi wasallam, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.” Saya berharap jawaban ini cukup dan memuaskan. Wallahu wa-liyyut taufiq. Washallallahu wa sallam ‘ala Nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbih. Kumpulan Fatwa-fatwa, Juz III, hal. 362, 363 dari Syaikh Bin Baz. Sumber: Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, Penerbit Darul Haq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s