MERETAS JALAN KEMBALI KEPADA AL-HAQ

Posted: 11 Juni 2009 in Manhaj

JalanDi tengah krisis kepercayaan umat Islam terhadap agamanya, tetap saja di sana terdapat orang-orang yang mengakui bahwa Islamlah agama yang paling benar dan hanya dengan Islamlah segala persoalan dapat diatasi. Memang suatu kepastian dan sedikitpun tak diragukan, bahwa jalan keluar untuk selamat dari kondisi umat Islam yang amat sangat memprihatinkan ini (bukankah di Indonesia umat Islam merupakan mayoritas, tetapi toh mereka hanya ibarat buih, tanpa kekuatan? Belum lagi kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia) hanyalah jika kembali berpegang teguh pada dua wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

Jika kalian berjual beli dengan sistim ‘inah, memegangi ekor-ekor sapi, ridha dengan bercocok tanam dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menjadikan kehinaan menguasai kalian. Allah tidak akan mencabut kehinaan itu sebelum kalian kembali pada agama kalian. (Hadits hasan, Riwayat Abu Dawud, Kitab al-Buyu; lihat silsilah Shahihah Syeikh al-Albani no. 11)

Namun bagaimana cara kembali yang benar, agar bisa betul-betul sampai pada ajaran Islam ? Padahal seperti disebutkan oleh Syeik Ali Hasan al-Atsari pada Muqadimah at-Tashfiyah wat Tarbiyah, di sana telah muncul beragam manhaj dan pola yang ditempuh oleh para reformis, para da’i dan para penyelamat umat :

  • ada yang menempuh cara nasihat murni;
  • ada yang menjelajahi daerah demi daerah;
  • ada yang tenggelam dalam dunia politik;
  • ada yang menggalang kekuatan bersenjata;
  • ada yang menempuh pola hizbiyah (fanatisme golongan) yang serba tertutup;
  • ada yang menempuh jalur pelayanan sosial;
  • ada kaum formalis yang menempuh jalur birokrasi dengan tetap sami’na wa atha’na kepada atasan;
  • ada kaum akademis yang bergelut dengan dunia ilmu teori yang kosong dari ruh agama;
  • ada kelompok plin-plan;
  • ada kelompok yang mengiyakan semua pihak;
  • ada para rasionalis modern;
  • ada kaum yang semangatnya meledak-meledak;

dan masih banyak kelompok-kelompok lain dengan manhaj dan pola kegiatan masing-masing.

Di tengah suasana pertarungan manhaj dan pola perbaikan serta perjuangan seperti diatas, maka satu-satunya jalan adalah menelusuri kembali jejak para ulama ahli hadits dalam membimbing umat kembali ke jalan yang haq. Para ulama ahli hadits inilah penerus generasi terdahulu hingga ajaran Islam tetap utuh seperti sediakala sesuai dengan ketika pertama kali turun kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallamn dan difahami serta diamalkan oleh para sahabat dan tiga generasi utama pilihan Allah.

Pola-pola ahlu hadits dari zaman ke zaman adalah mengkaji kembali ajaran-ajaran Islam melalui sumber-sumber aslinya. Sehingga antara yang palsu dengan yang asli, antara yang benar dengan yang batil dan antara ajaran asing yang menyusup dengan ajaran asli yang terbuang dapat terbedakan dan dapat dikembalikan lagi pada posisinya semula.

Setelah itu ajaran Islam yang sudah bersih dari segala kotoran yang menyusup ini dimasyarakatkan, baik ilmu maupun pengamalannya. Sehingga umat dapat merasakan barakah ajaran Islam yang sesungguhnya. Wallahhu ‘alam.

Dikutip dari http://bukhari.or.id/ Sumber: ( Majalah As-Sunnah Edisi 01/Th.IV/1420-1999 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s