Mengenal Syaikh Al-Albani

Posted: 30 Juni 2009 in Ulama

Oleh Abu Qotadah

محمد نصر الدين الألباني

محمد نصر الدين الألباني

Segala puji hanya milik Allah, yang telah menurunkan al-Quran dan memeliharanya. Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai utusan Allah, yang telah menjelaskan syariat Islam secara sempurna, kemudian para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan baik hingga akhir zaman. ‘Amma ba’du. Setelah Islam mengalami dan melewati masa yang panjang, mulai dari zaman kerasulan yakni masa kehidupan para sahabat, kemudian dilanjut oleh dua generasi terbaik ummat ini yaitu tabi’in dan tabiut tabi’in, sampai zaman sekarang, kemurnian Islam tetap terjaga. Kemurnian Islam itu terlihat dari terpeliharanya keotentikan al-Quran dan sunnah. Allah menjaga keduanya dari masa kemasa dengan memunculkan para mujaddid dari kalangan ulama, untuk memisahkan antara yang haq dengan yang batil, antara sunnah dengan bid’ah, antara syirik dengan tauhid, sehigga jelas kembali batasan yang selama ini menjadi kabur akibat kebodohan yang merajalela, bid’ah yang menjamur dan sunnah yang terkubur. Melihat hal ini maka umat Islam harus mengenal siapa ulama mereka, karena pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Mengenal dan menyebutkan kemuliaan serta karya-karya para ulama merupakan pengamalan sabda rasulullah :

”Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati seorang yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih kecil dan tidak mengetahui hak seorang ‘alim (ulama).” (HR. Ahmad, Al-Hakim, At-Thabrani dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam shahih at-Targhib hal.116 no.95-94, Shahih al Jami’ as-Shagir II hal.957 no. 5443).

Pada masa sekarang, dengan kondisi rentang waktu yang cukup jauh dari zaman salafusshalih, menyebabkan terjadi kelangkaan ulama ahli hadits di zaman ini. Ini terjadi karena semangat dari generasi khalaf (belakangan) dalam menekuni, mencatat dan menyeleksi hadits nabi semakin menurun bahkan boleh dibilang langka.

Namun Allah akan terus meyempurnakan cahaya agama-Nya. Allah pun telah menakdirkan seorang ulama pada abad ini yang menekuni ilmu hadits ,memperbaharui dan meninggikan landasan serta asasnya yang pernah dibangun oleh ulama ahli hadits sebelumnya. Maka dengan keikutsertaannya, para ulama, peneliti dan pembahas ilmu syar’i dari seluruh penjuru dunia merujuk kepada karya-karya tulisnya baik secara berkelompok, maupun perorangan. Dialah sang imam, ulama besar, ahli hadits, dan mujaddid abad ini, Muhammad Nasiruddin al-Albani. Ulama kelahiran eropa tengah (Abania), dan berdomisili di negeri Syam, tepatnya di Damaskus. Selanjutnya akan dipaparkan biografi beliau.

A.BIOGRAFI SYAIKH AL-ALBANI

Beliau adalah seorang pembaharu, seorang yang alim terpercaya, peneliti yang cermat, ahli hadits dan fiqih di abad ini, pembawa bendera tauhid dan sunnah Rasulullah yang berjalan meniti jejak salafhus shalih dalam aqidah, ibadah, dan manhaj, pembela al-Quran dan hadits nabi dari perubahan orang-orang yang melampaui batas atau yang menganggap baik kebatilan mereka atau penakwilan orang-oarang yang jahil.

1. Nama dan kelahiran beliau.

Nama lengkap beliau adalah Muhammad Nasiruddin bin Nuh bin Adam Najati, dengan julukan Al-Albani, yang disandarkan kepada tempat kelahirannya Albania, beliau dipanggil dengan sebutan abu ‘Abdirrahman. Dan beliau dijuluki dengan as-Sa’ati yang berarti tukang jam, yang diambil dari profesi yang telah lama beliau tekuni.

Beliau dilahirkan pada tahun 1332 H, bertepatan dengan tahun 1914 M di kota Skhodera, ibu kota lama Republik Albania, beliau hidup di sana kurang lebih selama 9 tahun. Syaikh Albani tumbuh berkembang pada lingkungan keluarga yang patuh beragama dan berilmu.

Ayah beliau al-Haj Nuh Najati merupakan ulama besar dan ahli fiqih mazhab Hanafi, yang basic pendidikannya dari madrasah dan sekolah tinggi Islam yang berada di Istanbul. Sehingga ayah beliau dijadikan rujukan dan tempat bertanya bagi masyarakat. (lihat majalah al-Ashalah edisi khusus, no.23 hal .10/1420 H).

2. Masa Pertumbuhan dan menuntut ilmu

Pada masa pemerintahan Albania dikuasai oleh Amad Zogu, dengan sistem sekuler yang berkiblat ke barat dalam segala aspek kehidupan sehingga ruang gerak dan kebebasan menjalankan Islam ditekan dan dipersempit. Melihat kondisi yang semakin memburuk bagi perkembangan dakwah Islam dan keturunannya akhirnya sang ayah memutuskan untuk hijrah ke negeri Syam, dan memilih kota Damaskus sebagai tempat menetap.

Awalnya beliau belajar di Jam’iayyatul Is’af al Khoiri selama 4 tahun, dan setelah itu beliau mengikuti program ilmiah intensif dibawah asuhan sang ayah dan belajar ilmu fiqih bermadzhab Hanafi dan ilmu sharaf. Yang sebelumnya beliau sudah pernah belajar bahasa arab dan mencintai pelajaran tersebut sehingga dia unggul dibanding kawan-kawannya.

Pada masa belajar dengan sang ayah beliau telah menamatkan membaca al Qur’an disertai dengan tajwidnya. Sambil belajar, syaikh bekerja sebagai tukang kayu, mengikuti dua orang gurunya, sementara ayahnya bekerja mereperasi jam, karena ayah beliau melihat syaikh Albani tidak sesuai dengan pekerjaannya. Akhirnya sang ayah mengajak bekerja padanya, setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang kayu, Albani mulai menekuni profesi barunya hingga menjadi ahli dibidangnya. Pada saat yang bersamaan timbul dalam dirinya semangat membaca dan belajar yang luar biasa. Suatu ketika beliau ingin memiliki sebuah kitab, al Mughni ‘an Hamlin Asfar fil Asfar fi Takhrij ma fil Ihya’ Minal Akhbar, sementara beliau sendiri tidak punya uang untuk membelinya, akhirnya beliau menyewa buku tersebut, beliau seolah-olah ingin terbang karena sangat bahagia ketika memiliki buku tersebut.

Kemudian beliau terus mempelajari dan memdalami ilmu hadits. Meskipun tidak mendapat restu dari ayahnya dalam membidangi ilmu hadits, namun karena kecintaan beliau kepada warisan nabi, yakni hadits terus bertambah, demikian pula usahanya dalam memisahkan hadits-hadits shahih dari yang lemah dan palsu yang selama ini bercampur aduk sehingga sulit dibedakan.

Perhatian terhadap hadits nabi telah menjadi pekerjaan yang sangat menyibukkannya. Sehingga beliau bekerja mereperasi jam hanya tiga jam sehari, selain hari selasa dan jum’at. Beliau berkata ”waktu tersebut sudah cukup untuk memperoleh kebutuhan keluarga dan anak-anak dengan secukupnya”. Sedang waktu yang selebihnya ia manfaatkan untuk menuntut ilmu, menulis dan mempelajari hadits-hadits Rasulullah, terutatama manuskrip-manuskrip hadits yang berada di perpustakaan “Zhahiriyyah”.

Terkadang beliau duduk di perpustakaan tersebut selama dua belas jam untuk membaca, mengomentari sebuah tulisan dan meneliti kitab-kitab para ulama tanpa merasa jenuh. Beliau keluar hanya pada waktu-waktu shalat. Pada waktu makan beliau hanya makan sederhana di perpustakaan.

B.DAKWAH BELIAU DALAM MENENTANGAN BID’AH DAN FANATISME.

Hadits-hadits rasulullah yang ditekuninya mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengarahkan syaikh Albani dalam ilmu, amal dan dakwah. Beliau menempuh manhaj (cara beragama) yang benar dengan menjadikan pemahaman para sahabat dan generasi umat terbaik dari imam salaf sebagai dasar dalam memahami agama, tanpa adanya sikap fanatik atau antipati kepada salah seorang diantara mereka. Yang beliau cari adalah kebenaran dimana pun berada. Dan tidak boleh bagi seorang muslim untuk meninggalkan hadits-hadits Rasulullah manakala hadits itu sahih dan telah diamalkan oleh para sahabat dan generasi terbaik umat ini hanya karena perkataan manusia siapa pun orangnya. Karena para imam madzhab yang empat umat ini sepakat untuk tidak boleh taqlid dan mereka mengatakan, ”jika telah shahih hadits maka itulah mazdhabku” (lihat mukaddimah sifat shalat nabi, karya Syaikh Albani). Inilah jalan yang ditempuh oleh imam Abu Hanifah, imam Malik, imam Syafi’I dan imam Ahmad juga imam ahlussunnah lainnya. Karena kegigihan beliau dalam membela kebenaran, menentang bid’ah, akhirnya hasutan pendengki dan musuh sunnah memisahkan syaikh Albani dengan keluarganya. Beliau keluar dengan berbekal 25 lira Syiria. Mengontrak toko dan bekerja dengan mandiri. Usia beliau ketika itu 22 tahun. Beliau mengadakan kajian-kajian dengan materi hadits dan fiqih. Terkadang ayah beliau ikut hadir. Suatu ketika sang ayah mendatangi beliau dan berkata. ”aku tidak mengingkari bahwasanya telah banyak ilmu yang kudapati darimu.”

Selanjutnya syaikh banyak melakukan kunjungan terhadap ulama Damaskus dan berdialog seputar masalah tauhid yang benar, fanatisme mazdhab, serta masalah-masalah bid’ah yang beretebaran, sehingga bendera tauhid dan sunnah kembali berkibar. Namun sebagian dari golongan fanatik, ahlul bid’ah tidak senang terhadap dakwah beliau. Sehingga mereka menghasut dan mengobarkan api fitnah baik terhadap masyarakat maupun pemerintah. Akhirnya beliau ditahan di penjara “Qal’ah” di Damaskus. Tempat di mana Syaikul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim pernah dipenjarakan karena sebab yang sama yaitu ulah para penyebar kerusakan yang memfitnah beliau, hingga akhirnya beliau dibebaskan.

Beliau juga pernah menjadi guru besar di Universitas Islam Madinah Kerajaan Saudi Arabia, dan menjadi rujukan bagi para thalabatul ilmi yang ada di Hijaz khususnya kota Madinah.

C. KOMENTAR DAN PUJIAN PARA ULAMA.

Para ulama telah banyak memuji dan mengakui keilmuan syaikh Albani. Diantaranya, syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz (ulama besar dan mantan ketua dewan fatwa kerajaan Saudi Arabia) berkata : ”aku tidak mengethui di abad ini seorang yang alim dalam ilmu hadits yang menyamai syaikh Albani.”

Demikian pula ketika beliau ditanya tentang hadits Rasulullah : ”bahwasanya Allah mengutus kepada ummat ini pada tiap seratus tahun seorang mujaddid yang memperbaharui urusan agama mereka”.( H.R. Abu Dawud dan lainnya), siapakah Mujaddid abad ini?. Beliau menjawab: “As-Syaikh Muhammad Nasiruddin al Albani adalah mujaddid abad ini menurut perkiraanku.”

Ulama lain , yaitu syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin, seorang ulama ahli fiqih abad ini dan ulama besar Arab Saudi, mengatakan, ”al Albani adalah seorang alim, ahli hadits dan ahli fiqih, meskipun kemampuan beliau lebih kokoh dalam bidang hadits dari bidang fiqih”.

Masih banyak pujian para ulama terhadap beliau yang tidak bisa ditulis semuanya.

Syaikh Albani juga mendapat pujian dan penghargaan dari Majelis Hadiah Internasional “King Faishal” dan penghargaan tersebut dikeluarkan oleh bidang Dirasah Islamiyah tahun 1419 H/1999 M, atas kesungguhan dan upaya berkhidmad terhadap hadits-hadits nabi dalam bentuk takhrij, penelitian dan pendalaman. Upaya tersebut terdapat dalam karya Syaikh yang berjumlah 218 kitab, baik dalam bidang aqidah, hadits, fiqih, manhaj dakwah dan lainnya. (lihat judul kitab-kitab tersebut pada buku biografi syaikh Albani karya ust. Mubarak yang diterbitkan oleh pustaka imam syafi’I, hal 151-165).

D.WAFAT SYAIKH AL ALBANI

Sejak tiga tahun sebelum wafatnya syaikh al Albani, beliau telah mengidap penyakit, salah satunya adalah liver ditambah usianya yang mendekati 88 tahun, namun demikian tidak menghalanginya untuk terus membaca dan membahas kitab. sebulan sebelum wafat syaikh membahas sebuah hadits selama tiga hari, dan hari-hari beliau di rumah sakit dihabiskan untuk membaca dan mengomentari kitab-kitab hadits.

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit Syumaisani, Amman- Yordania, imam al-Albani (semoga Allah merahmati beliau) wafat. Tepatnya hari Sabtu 22 Jumadil Akhir 1420 H, atau tanggal 2 Oktober 1999.

Demikianlah perjalanan ulama ahli hadits dan mujaddid abad ini. Semoga kita dapat mengikuti jejak beliau dan kita berdo’a kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang baik serta sifat-sifat-Nya yang mulia semoga Allah menempatkan beliau di tempat yang diridhai-Nya bersama para Nabi, shiddiqien dan orang-orang yang shaleh.

Maraji’ :

-Buku Biografi Syaikh al-Albani, Mujaddid dan Ahli Hadits Abad ini. karya Ustadz Mubarak Bamuallim, Lc. cetakan I, APRIL 2003. PENERBIT PUSTAKA IMAM ASY- SYAFI’I.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s